(temanku) BLT itu targetnya siapa aja si?
(temanku) mbak.. ongkosnya naek
[09:29] sukmamungil: ongkos apa?
(temanku) ongkos angkot naek
(temanku) ga dapet BLT
(temanku) pemerintah rese
[09:30] sukmamungil: ya kalo kamu jelas gak dapet blt lah...
(temanku) ibuku?
(temanku) bapak, ibuku ga kerja
(temanku) ndak jelas tuh blt
(temanku) cuma jadi lahan korupsi baru
(temanku) MENYEBALKAN
(temanku) marah2nya ke mbak dian aja deh
(temanku) KEBIJAKAN YANG TIDAK BIJAK
(temanku) malah menyengsarakan rakyat
(temanku) tapi ongkos naikkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
(temanku) uangku tinggal 20 ribu
Cicilan Rumah : 1.223.000
Ongkos kuliah adikku sebulan : 500.000
Beli sembako sebulan : 500.000 (emang cukup)
trus buatku mana?
hiks.....
(curhat seorang teman)
itu cuma salah satu curhatan yang kuterima pagi ini...
belum keluhan dari adikku...pagi-pagi dia mengeluh ongkos angkot udah naik 1000 rupiah... padahal gaji dia belum naik juga...
aku ingat celetukan suamiku saat kami melihat antrian kendaraan (pribadi dan umum) di sejumlah spbu , "kan naiknya cuman 1500...gak terlalu berarti lah..."
hmmm....1500 rupiah per liter dianggap tak terlalu berarti, sedangkan ada yang bilang ongkos angkot naik 1000 rupiah sangat memberatkan....
adakah kesenjangan sosial yang terlalu tinggi...? ato...ada perbedaan cara pandang....?
bagiku....sebagai "menteri keuangan" keluarga, kenaikan bbm mulai terasa....
duh....sepertinya duit ngalir begitu saja dan begitu cepat..... :(
Sunday, May 25, 2008
Sunday, March 02, 2008
wajah tempoe doeloe
Thursday, February 28, 2008
senyum
"senyum...berapapun angka yang tertera di kertas, harus tetap tersenyum....."
(sebuah pesan dari fimfinan)
para bawahan, tentu saja mengikuti setiap titah fimfinan.....
mereka semua tersenyum.....bahkan ada yang tertawa....(....salut...)
meski mereka.....tersenyum miris dan tertawa getir.....
(sebuah pesan dari fimfinan)
para bawahan, tentu saja mengikuti setiap titah fimfinan.....
mereka semua tersenyum.....bahkan ada yang tertawa....(....salut...)
meski mereka.....tersenyum miris dan tertawa getir.....
adil...?
..................................
..................................
aku gak tega karo mbokku
jadi aku bilang gajiku 3,2juta
aku nglebihin gajiku 350ribu
bukan aku gak mensyukuri
.....................................
.....................................
(sebuah cuplikan sms dari seorang sahabat)
speechless........
seperti de javu peristiwa tahun lalu.....
tapi sepertinya....sekarang jauh lebih pedih....
bukan....bukan aku tak mensyukuri apa yang aku dapat....
tapi...aku merasa.....tak ada keadilan di sini.....
aku jadi teringat ucapan seorang pimpinanku semalam - "keadilan hanya milik TUHAN"
ahhhh......bisa jadi, sangat mungkin, dia hanya membela diri sendiri dengan berucap seperti itu....(di sini aku menuduhnya begitu)
jika memang keadilan hanya milik TUHAN, kenapa dia tidak belajar untuk juga adil?
toh...., mereka - para petinggi itu - juga orang-orang yang beragama, orang-orang yang percaya TUHAN........dan...dalam agama, jelas-jelas disebutkan, "meniru" - mengikuti apa yang dicontohkan dan diajarkan TUHAN - itu suatu keharusan dalam ajaran agama....supaya,tentu saja, lebih disayang TUHAN....
jadi....kenapa mereka tidak mencoba berlaku adil juga? apa mereka tak mau lebih disayang TUHAN?
..................................
aku gak tega karo mbokku
jadi aku bilang gajiku 3,2juta
aku nglebihin gajiku 350ribu
bukan aku gak mensyukuri
.....................................
.....................................
(sebuah cuplikan sms dari seorang sahabat)
speechless........
seperti de javu peristiwa tahun lalu.....
tapi sepertinya....sekarang jauh lebih pedih....
bukan....bukan aku tak mensyukuri apa yang aku dapat....
tapi...aku merasa.....tak ada keadilan di sini.....
aku jadi teringat ucapan seorang pimpinanku semalam - "keadilan hanya milik TUHAN"
ahhhh......bisa jadi, sangat mungkin, dia hanya membela diri sendiri dengan berucap seperti itu....(di sini aku menuduhnya begitu)
jika memang keadilan hanya milik TUHAN, kenapa dia tidak belajar untuk juga adil?
toh...., mereka - para petinggi itu - juga orang-orang yang beragama, orang-orang yang percaya TUHAN........dan...dalam agama, jelas-jelas disebutkan, "meniru" - mengikuti apa yang dicontohkan dan diajarkan TUHAN - itu suatu keharusan dalam ajaran agama....supaya,tentu saja, lebih disayang TUHAN....
jadi....kenapa mereka tidak mencoba berlaku adil juga? apa mereka tak mau lebih disayang TUHAN?
Wednesday, February 06, 2008
lelah....
lelah sekali tubuh ini....
sepertinya...tak mungkin lagi bisa diajak berlari....
aaahhhh....
ingin rasanya istirahat barang sejenak....
atau malah....berhenti....
ingin....
hanya sekedar ingin....
tanpa tahu kapan bisa terwujud....
lelah sekali tubuh ini....
sepertinya...tak mungkin lagi bisa diajak berlari....
aaahhhh....
ingin rasanya istirahat barang sejenak....
atau malah....berhenti....
ingin....
hanya sekedar ingin....
tanpa tahu kapan bisa terwujud....
Friday, February 01, 2008
rasa curiga....selalu ada di hati...
berlebihan mungkin...
tapi...
kita tak akan bisa menebak apa ujung dari kata yang keluar dari mulut manis...
bisa hanya sekedar kata...
namun...
bisa juga beralih ke perbuatan....
duh....
semoga tidak......
berlebihan mungkin...
tapi...
kita tak akan bisa menebak apa ujung dari kata yang keluar dari mulut manis...
bisa hanya sekedar kata...
namun...
bisa juga beralih ke perbuatan....
duh....
semoga tidak......
Tuesday, January 29, 2008
adaptasi
tak semua orang mempunyai kecepatan yang sama dalam beradaptasi. ada yang cepat....ada pula yang lamban....
saya termasuk yang lamban sepertinya.....
proses adaptasi yang memakan waktu, sangat menguras energi......tiap saat sepertinya tak pernah bisa lepas dari rasa letih dan penat.....
aku tak tahu, berapa lama lagi aku mesti menjalani proses adaptasi ini......
aku juga tak tahu, seberapa besar kekuatanku untuk bisa survive selama proses berlangsung.....
astaghfirullah......
kalimat indah ini kini makin sering aku ucapkan.....mohon ampun kepada Allah, siapa tahu, kesulitanku dalam beradaptasi dan kemudian berakibat timbulnya masalah-masalah baru, merupakan akibat dari kesalahan dan perilaku buruk yang telah aku perbuat...
saya termasuk yang lamban sepertinya.....
proses adaptasi yang memakan waktu, sangat menguras energi......tiap saat sepertinya tak pernah bisa lepas dari rasa letih dan penat.....
aku tak tahu, berapa lama lagi aku mesti menjalani proses adaptasi ini......
aku juga tak tahu, seberapa besar kekuatanku untuk bisa survive selama proses berlangsung.....
astaghfirullah......
kalimat indah ini kini makin sering aku ucapkan.....mohon ampun kepada Allah, siapa tahu, kesulitanku dalam beradaptasi dan kemudian berakibat timbulnya masalah-masalah baru, merupakan akibat dari kesalahan dan perilaku buruk yang telah aku perbuat...
Thursday, August 02, 2007
jodoh
"gak usah pacaran.....langsung nikah....."
ehmmm......aku bingung menanggapi kalimat ajakan itu. kalimat ajakan yang sebenarnya ditujukan untuk mbakku dari seorang pria. kenapa aku ikut bingung? karena sang pria ingin aku jadi comblangnya, jadi "penghubung" komunikasi antara mbakku dan dia. tak perlu ada pertemuan, tak perlu ada kencan, tak perlu ada komunikasi langsung lewat telpon ato email di antara mereka.
duhhh........hari gini langsung nikah tanpa pacaran....???!!!
"orang yang pacaran sebelum nikah kan belum tentu langgeng juga....." ujar sang pria saat aku tidak yakin dengan permintaannya...
aku tiba-tiba ingat sms antara aku dan mbakku suatu ketika,
mbakku : "emang ada film baru?"
aku : "kalo film baru selalu ada, tapi kalo yang bagus belum tentu ada"
mbakku : "kayak jodoh ya...?"
aku : "........???"
mbakku : "iya, cowok selalu ada, tapi belum tentu bagus"
aku : "mbak, jodoh itu kan pilihan. semua tergantung kita mau milih yang mana"
mbakku : "iya sih.....tapi susah banget nemu yang bener-bener pas..."
kriteria 'pas' mbakku, menurutku adalah pria dengan nilai di atas 8,5. standar yang cukup tinggi.
tapi...konsekuensinya.....dia susah ketemu lelaki yang pas tersebut.....
itu juga yang berlaku sekarang. aku tak yakin, pria yang tadi ingin langsung menikah tanpa pacaran, "pas" untuk mbakku. tapi aku tak mau melangkahi kuasa Ilahi. biar bagaimanapun, jodoh di tangan Tuhan (jika mbakku ternyata memilihnya....)
tapi...pikiran "liar" sang pria untuk menikah tanpa kenal dulu siapa yang akan dinikahi, membuatku tak nyaman. seolah...jodoh itu dianggap seperti permainan judi. jika beruntung, jackpot didapat. jika tidak beruntung, ya....resiko.....
resiko......
aku tidak berani jika resikonya adalah perceraian untuk mbakku. aku sangat berharap, jika memang jodoh, ini menjadi pernikahan yang pertama dan terakhir untuk mbakku. pernikahan yang langgeng, yang sakinah dan penuh berkah. sama seperti harapanku untuk pernikahan yang akan aku bangun sebentar lagi. karena mbakku bukan benda bergilir, jika sudah tidak cocok, bisa dipindahtangankan begitu saja....
hmmmm.....
apakah aku yang terlalu berpikir negatif....?
ehmmm......aku bingung menanggapi kalimat ajakan itu. kalimat ajakan yang sebenarnya ditujukan untuk mbakku dari seorang pria. kenapa aku ikut bingung? karena sang pria ingin aku jadi comblangnya, jadi "penghubung" komunikasi antara mbakku dan dia. tak perlu ada pertemuan, tak perlu ada kencan, tak perlu ada komunikasi langsung lewat telpon ato email di antara mereka.
duhhh........hari gini langsung nikah tanpa pacaran....???!!!
"orang yang pacaran sebelum nikah kan belum tentu langgeng juga....." ujar sang pria saat aku tidak yakin dengan permintaannya...
aku tiba-tiba ingat sms antara aku dan mbakku suatu ketika,
mbakku : "emang ada film baru?"
aku : "kalo film baru selalu ada, tapi kalo yang bagus belum tentu ada"
mbakku : "kayak jodoh ya...?"
aku : "........???"
mbakku : "iya, cowok selalu ada, tapi belum tentu bagus"
aku : "mbak, jodoh itu kan pilihan. semua tergantung kita mau milih yang mana"
mbakku : "iya sih.....tapi susah banget nemu yang bener-bener pas..."
kriteria 'pas' mbakku, menurutku adalah pria dengan nilai di atas 8,5. standar yang cukup tinggi.
tapi...konsekuensinya.....dia susah ketemu lelaki yang pas tersebut.....
itu juga yang berlaku sekarang. aku tak yakin, pria yang tadi ingin langsung menikah tanpa pacaran, "pas" untuk mbakku. tapi aku tak mau melangkahi kuasa Ilahi. biar bagaimanapun, jodoh di tangan Tuhan (jika mbakku ternyata memilihnya....)
tapi...pikiran "liar" sang pria untuk menikah tanpa kenal dulu siapa yang akan dinikahi, membuatku tak nyaman. seolah...jodoh itu dianggap seperti permainan judi. jika beruntung, jackpot didapat. jika tidak beruntung, ya....resiko.....
resiko......
aku tidak berani jika resikonya adalah perceraian untuk mbakku. aku sangat berharap, jika memang jodoh, ini menjadi pernikahan yang pertama dan terakhir untuk mbakku. pernikahan yang langgeng, yang sakinah dan penuh berkah. sama seperti harapanku untuk pernikahan yang akan aku bangun sebentar lagi. karena mbakku bukan benda bergilir, jika sudah tidak cocok, bisa dipindahtangankan begitu saja....
hmmmm.....
apakah aku yang terlalu berpikir negatif....?
Subscribe to:
Posts (Atom)

